by yousuf Posted on Sep 26, 2023 - 19:11
Oleh :
Siti Faridatul Masruroh
NIM. 2310514320007
Pertanian adalah pemanfaatan sumber daya yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman. Pertanian adalah hal yang substansial dalam pembangunan, yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan kerja, dan penyumbang devisa negara.
Sektor pertanian dalam kaitannya dengan sektor yang penting dalam pembangunan pun tidak terhindar dari masalah, terdapat pergeseran kesempatan kerja di lahan pertanian. Dapat dilihat bahwa pekerja di sektor pertanian rata-rata berusia tua sedangkan tenaga kerja untuk yang berusia muda mulai jarang didapati bekerja di lahan pertanian (Anonim, 2009).
Pekerjaan di lahan pertanian sudah mulai berkurang sejak kurangnya minat generasi muda untuk bergabung atau bekerja sebagai petani. Sebagai lahan pertanian terbesar didunia, Indonesia dengan sumber daya alam yang bermacam-macam. Jika dilihat dari pekerjaannya maka jelas terlihat bahwa pekerjaan di bidang pertanian sebagian besar adalah orang tua. Generasi muda yang termasuk upaya meningkatkan peran pemuda ke dalam tenaga kerja hanya sedikit, karena generasi muda memiliki persepsi tersendiri terhadap pekerjaan pertanian. Generasi muda merupakan salah satu aset bangsa yang memiliki sebagai penentu keberhasilan penerapan teori dan konsep yang dipelajari pelaksanaan kegiatan pertanian (Anonim, selama studi. 2009).
Banyak kalangan muda yang menganggap bahwa pekerjaan atau pendidikan tinggi dibidang pertanian adalah sesuatu yang tidak membanggakan/keren atau masih dianggap hal kecil. Dalam bidang “pertanian” yang terlintas dalam pikiran mereka hanya petani-petani kecil, padahal “pertanian” tidak hanya tentang mencangkul, bercocok tanam dan lain-lain yang langsung turun di lapangan menghadapi terik matahari. Selain itu, taraf kesejahteraan petani dianggap masih dibawah rata-rata dan kurang menguntungkan dalam hal pendapatan. Profesi tersebut juga kerap kali dipandang sebelah mata. Padahal, kebutuhan utama manusia dapat terpenuhi atas jerih payah para petani yang berusaha menyediakan sumber pangan.
Menurut Susilowati (2016), produktivitas dan profitabilitas usaha pertanian, kesempatan kerja yang tersedia, serta kenyamanan dan kepuasan kerja diperlukan untuk menarik generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian. Di sisi lain, generasi muda sebagai juga memerlukan perbaikan dan peningkatan pendidikan dan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan pertanian. Beberapa kebijakan yang diperlukan untuk menarik generasi muda bekerja di sektor pertanian, antara lain:
Menurut Mahudin dan Shabahati (2017), upaya untuk meningkatkan minat generasi muda ke pertanian yaitu:
Adanya sosialisasi yang tepat dan berkelanjutan guna menumbuh kembangkan minat kalangan muda dalam berusahatani dan menekuni bidang pertanian. Penyuluh dan para petani muda harus saling bersinergi dalam pengembangan usaha pertanian. Diperlukan kerjasama yang tepat yang mampu menyadarkan para petani muda supaya tetap berminat di usaha pertanian. Aplikasi teknologi baru juga sangat diperlukan guna mendukung usaha pertanian dan untuk menarik minat kalangan muda. Selain itu, dalam mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menentu perlu adanya teknologi pertanian digital sesuai dengan zamannya. Sehingga memungkinkan perkiraan dalam peningkatan hasil pertanian dalam menghadapi dampak lingkungan hidup yang sekarang ini.
Dalam menarik minat pemuda dibutuhkan intervensi pemerintah untuk mengintegrasikan pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, dukungan fasilitas, dan pendampingan atau monitoring yang berkelanjutan dalam aspek teknis maupun keuangan. Selain itu penghargaan bagi petani muda yang berprestasi juga perlu dilakukan untuk mendorong kalangan muda semakin mengembangkan usaha taninya. Selain itu, dibutuhkan pendekatan terpadu yang mempertimbangkan keragaman aspirasi dari pemuda dan kemampuan, minat, serta tantangan yang terkait dengan akses ke sumber daya serta permasalahan di sektor pertanian. Kemitraan yang kuat antara masyarakat pedesaan, akademisi, penelitian, dan sektor swasta untuk peningkatan pembangunan pertanian yang berkelanjutan juga penting untuk di lakukan. Masyarakat pedesaan sangat penting untuk memberikan dorongan moral bagi kalangan muda untuk berusaha tani di pertanian serta bersama-sama membangun pertanian berkelanjutan. Akademisi dan peneliti juga diperlukan untuk memacu kalangan muda melakukan inovasi-inovasi dan memberikan pendampingan dalam usaha taninya. Pendampingan tersebut dapat berupa memberikan pelatihan, monitoring, dan konsultasi. Sedangkan sektor swasta dapat memberikan bantuan dalam bidang input (saprodi) ataupun output (pemasaran).
Program Studi Agribisnis
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian
Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani km. 36, Banjarbaru 70714, Kalimantan Selatan
E-mail: agribisnis@ulm.ac.id